Perbedaan RGB Dan CMYK

Xuli Indonesia – Pengetahuan untuk perbedaan RGB dan CMYK akan sangat diperlukan bagi yang bergelut dalam dunia percetakan atau digital printing.

Terlebih jika yang mengerjakan desain atau setting gambar, karena sering sekali yang menggunakan jasa cetak hanya membawa file gambar yang asal. Yang biasanya juga harus di setting dan edit ulang sebelum memasuki proses cetak atau print.

Sehingga harus di setting ulang untuk mendapatkan hasi cetak yang bagus, dan ini tidak dapat dikerjakan secara asal saja.

Perbedaan RGB Dan CMYK

RGB
RGB

RGB adalah singkatan dari Red – Green – Blue, adalah model warna pencahayaan (additive color mode) dipakai untuk “input devices” seperti scanner maupun “output devices” seperti display monitor.

model warna ini didasarkan pada penambahan dan pencampuran cahaya, ketika dikombinasikan maka terciptalah warna putih.

Inilah mengapa RGB disebut warna additive atau bahasanya adalah warna pencahayaan, biasanya digunakan untuk “input devices” seperti scanner maupun “output devices” seperti display monitor.

Sedangkan CMYK adalah singkatan dari Cyan – Magenta – Yellow – blacK, yaitu model warna subtraktif bekerja persis berlawanan dari model warna additive.

Jadi daripada menambahkan cahaya untuk mencapai warna, CMYK menggunakan tinta untuk mengurangi kecerahan dari putih.

Baca juga: Jenis Bahan Digital Printing

Oleh karena itu, kombinasi Cyan, Magenta, dan Yellow adalah hitam – tidak adanya kecerahan. Lalu bagaimana warna blacK masuk?

Dalam pencetakan tradisional, Cyan, Magenta, dan Yellow berlapis untuk membuat gambar. Akhirnya, blacK mulai digunakan untuk mengurangi kecerahan pencetakan dan sangat mengurangi penggunaan tinta lainnya.

Itu keterangan singkat perbedaan RGB dan CMYK, pada digital printing dan percetakan sudah pasti mengadopsi warna ini.

CMYK juga merupakan mode warna yang bergantung pada perangkat, tetapi ini paling sering digunakan hingga hari ini sebagai mode warna utama yang digunakan dalam pencetakan, apakah itu poster, brosur, kartu nama, buku, atau majalah.

Pada saat melakukan instalasi printer oleh teknisi dari tempat jual mesin digital printing, pasti akan disarankan menggunakan mode CMYK pada saat melakukan pembuatan desain.

Perbedaan RGB Dan CMYK

RGB VS CMYK
RGB VS CMYK

Secara umum, untuk perbedaan RGB dan CMYK serta fungsinya, yaitu:

  • RGB digunakan untuk warna Monitor sedangkan CMYK digunakan untuk warna printer
  • RGB digunakan untuk desain yang nantinya digunakan atau ditampilkan kedalam media layar monitor Sedangkan CMYK digunakan untuk desain yang nantinya ditampilkan dalam bentuk media cetak.
  • Jika warna RGB semua dicamputkan warna akan berubah menjadi warna terang yaitu warna putih, sedangkan CMYK jika dicampur semua akan menghasilkan warna gelap yaitu warna hitam.

Jadi kesimpulannya adalah, untuk perbedaan dari keduanya:

CMYK

· Cyan Magenta Yellow Black (orang awam bilang biru, merah, kuning dan hitam )
· CMYK merupakan warna-warna primer yang paling banyak digunakan pada printer
· CMYK lebih digunakan untuk desain yang nantinya ditampilkan ke media cetak
· Jika warna CMY di campur semua, akan menghasilkan warna hitam

RGB

· Red Green Blue (merah, hijau, biru)
· RGB merupakan warna-warna primer yang digunakan pada monitor
· Jadi RGB lebih digunakan untuk desain yang nantinya ditampilkan ke media layar monitor
· Jika warna RGB di campur semua, akan menghasilkan warna putih

Untuk percetakan dan digital printing:

– Gunakan warna CMYK
– Kenali semua karakteristik perangkat anda (scanner, printer, monitor dll) dengan baik.

Untuk desain web dan grafis:

– Gunakan warna RGB
– Biasakan mengerjakan dalam ruang cahaya yang terkontrol. mengerjakan disain pada siang dan malam hari juga menghasilkan perbedaan warna yang berbeda (terutama untuk RGB).

Artikel lainnya: Printhead XAAR dan Epson untuk Printer Indoor

Penutup

Ketika cetak dengan menggunakan mesin digital printing atau offset tetap dengan CMYK. Jika menggunakan RGB, hampir pasti warna hasil cetak akan berbeda dengan desain.

Demikian info yang dapat ditulis untuk warna dari dua mode tersebut, yang sangat diperlukan sebelum melakukan proses cetak atau printing. Khususnya pada bidang digital printing ini yang cukup berpengaruh, terutama ketika membuat desain yang ingin dicetak.

Biasanya mode warna yang ingin dicetak adalah CMYK, karena jika menggunakan RGB akan terjadi penurunan warna pada hasil cetaknya. Itu sebabnya hal ini harus diperhatikan, karena terkadang luput dari perhatian.

Perbedaan RGB dan CMYK sebenarnya sederhana, khususnya dibidang percetakan atau digital printing, yang penting perhatikan pada saat melakukan setting gambar atau membuat desain.

Leave a Comment

error: Content is protected !!